Showing posts with label Poetry/Poem (Puisi/Sajak). Show all posts
Showing posts with label Poetry/Poem (Puisi/Sajak). Show all posts

Gembok Cerita

Gembok Cerita


Banyak yang telah tertinggalkan
Yang kuharap bisa lebih lama lagi
Yang melekat membunuh gundah
Yang kuharap akan kembali lagi

Manusia, benda, hewan, tumbuhan, dan tempat itu
Kemudian yang di sana
Dan yang sudah tidak terlihat lagi
Semuanya pernah kumiliki

Aku belum habis

Cukup diam dalam diam
Melihat burung-burung yang bernyanyi
Biarkan kegaduhan menemani sunyi dalam jiwa
Meskipun hanya sekilas saja
Ketika semuanya terhenti
Biarkan aku sendiri
Duduk dalam sandaran vertikal
Karena aku sudah lelah paduka
Tapi masih aku terima
Semak belukar ini masih lebih baik untuk dilewati
Daripada sungai es yang membuatku beku
Membuatku tak mampu bergerak
Dan lebih tak berdaya

GEGURITAN = SAPA TEMEN BAKAL TINEMU

Puisi / Sajak (Geguritan = bahasa jawa) ini saya dapatkan ketika mendengarkan malam pentas seni budaya pendidikan karakter siswa siswi SMK se provinsi jawa tengah melalui pramuka setelah api unggun dimana tiap ambalan (nama kelompok dalam pramuka) menampilkan pentas seni, bagus lagi bertema mengenai budaya. Hal ini bagus untuk mempertahankan kearifan lokal yang mulai ditinggalkan dan semua hal yang ditampilkan pada malam saat itu cukup edukatif, By the way, mengenai budaya perlu ditekankan lagi bahwasanya semua bisa dikatakan budaya meskipun itu baik dan buruk. Oleh karenanya, banyak orang yang menganggap kebodohan mereka mempertahan budaya tertentu, warisan "golek jare adol ndean" / kata-kata orang terdahulu terlalu dipaksakan atau hal hal yang sangat bertolak belakang dengan keimanan masing-masing dengan mensejajarkan budaya konyol dengan kearifan lokal itu terlalu tinggi sekali untuk disebut kearifan lokal,contoh: ......, mmm (bahaya nanti dikira SARA), contoh yang lain saja, misal, budaya korupsi yang memang susah sekali untuk ditolak, bagi para penerima kesempatan (btw perlu nggak sih budaya semacam itu di pertahankan? kamu mau budaya tersebut dilestarikan dan disebut salah satu kearifan lokal?). Eh malah nglantur, maaf hehe, kembali ke topik. Banyak pertunjukan malam itu yang berupa drama, tarian, nyanyian, puisi, monolog dlsb yang bisa membuat bibir ini melebar dan tertawa. Tapi puisi / geguritan bahasa jawa dari salah satu peserta bernama Putri Pertiwi yang satu ini masuk ke ruang kalbu saya yg berisi ribuan bahkan jutaan ruang dan mengetuk beberapa ruang, kembali ke masa-masa itu, masa-masa sekolah saya, saya tanya tentang originalitas karyanya kemudian minta naskahnya dan saya ketik ulang. Ok, silahkan coba di interpretasikan sendiri. Here you are;

Tenggelam dalam haru

Tenggelam dalam haru

Begitu menawan hati
Memurnikan pikiran bawah sadar
Tenggelam bersama haru kebahagiaan
Luas terpampang di depan mata
Merasakan surya yang kemerahan
Semua tahu itu hanya sekejap
Abaikan kegundahan yang menjamur
Keresahan yang memberatkan leher
Dan cacatnya pangkal sayap-sayap
Ditaburkan wewangian nirwana
Kebaikan yang selalu disusul kebajikan

Hilang dan muncul

Hilang dan muncul

Di balik ranting-ranting pepohonan
Mengintip bintang-bintang
Terasa membuntuti setiap langkahku
Menawarkan pertemanan singkat
Mungkin indah sesuai sinarnya
Dan benar...
Cepat sekali dia menghilang
Harapan yang terlanjur tumbuh
Akhirnya mati seketika
Dan beberapa saat muncul kembali
Hilang dan muncul lagi

Terima kasih Bagaimanapun Juga

Terima kasih  Bagaimanapun Juga

Tertancap di sebuah batu besar
Terjerat kaki oleh akar-akar dunia
Tertata rapi duri dan kerikil tajam di depan
Terhirup udara beracun yang menyesakkan dada
Tersedak air kehidupan yang pahit
Tertusuk dinginya kehampaan dan angan
Tertutupi dedaunan kering yang kecokelatan
Tersengat oleh para serangga yang menemani
Terdengar suara keras alunan nada petir
Terkena debu pasir yang tidak karuan
Terselimuti gatalnya lumut hijau dan hitam

Aaaaah... Hujan

Aaaaah... Hujan

Gemericik hujan yang jatuh ke wajah bumi
Berpercikan sampai di pikiran dan jiwaku
Mengendurkan Sarafku
Teriak...
Hey.. Hoy.. Aaaaa... Yeah
Campur sorak yang akhirnya menjadi langgam
Benar-benar saat yang sangat tepat
Tak akan ada yang mendengarkan
Suara mulut yang hina ini

Aaaaa... Belajar menerima kenyataan
Aaaaa... Mencoba menikmati semuanya
Aaaaa... Mungkin ini sudah kehendak-Nya
Aaaaah... Rasanya jadi sama saja
Aaaaah... Kembali bersandar dengan nyaman
Aaaaah... Mulai menutup jendela mata
Menunggu mimpi yang elok lagi

KALA HUJAN

KALA HUJAN

HUJAN YANG TURUN MALAM INI
MENDAMAIKAN PIKIRANKU
MEMBUKA MATA KARENA HARAPAN ITU
SEPERTI JANJI YANG KAU KATAKAN
KAU AKAN SELALU MENDENGARKAN
MEMBERIKAN SEMUA YANG AKU PINTA
DI WAKTU SEPERTI INI

SELAMATKAN AKU DARI SEMPITNYA HIDUP INI
YANG TERLALU MENYIKSAKU
DAN MELEMAHKAN AKU

Daydreaming Lonely

Whenever we meet, we can never say
Cause only a dream in a silent night
It always happens every night
I sleep, but I can’t retreat even a minute
Then, what will you suggest to me
Doing my best to realize my dream for the future time?
I should do hope
There would be a change from my dream to reality just in time
Not to be too long that I m waiting
Today, I am daydreaming, lonely
And solely with no limit of time
How I am being so crazy with no destiny in my whole life
I think there will be no ending story
No destiny, No destination, hopeless
No friend to talk to; it’s a dream
Yes, I’m dreaming a whole night
A day long, not moving even a mile

Logged, blocked, frozen, and clocked.

Cara menghindari jurnal predator

Bisnis publikasi jurnal di Indonesia semakin menjanjikan dan menggiurkan bagi para pengelola jurnal. Pasalnya, banyak oknum yang lebih memen...