Showing posts with label Linguistics (phsycolinguistics). Show all posts
Showing posts with label Linguistics (phsycolinguistics). Show all posts

beberapa penyimpanan dalam leksikon mental (pandangan psikolinguistik)


-          Penyimpanan dalam leksikon mental ada dua macam, yaitu:
(-) Penyimpanan berbasis kata : kata disimpan secara utuh dalam leksikon mental (dalam satu wadah, artinya berupa morfem bebas atau dalam bentuk gabungan morfem bebas dan morfem terikat, jadi kata ‘makan’, ‘dimakan’, ‘memakan’, ‘terbang’, ‘penerbangan’ disimpan menjadi satu Dallam wadah.
(-) Penyimpanan berdasar morfem: kata disimpan dalam dua wadah yaitu morfem bebas dalam satu wadah dan morfem terikat dalam wadah lain. Dalam wadah pertama ada kata ‘makan’, ‘nasi’, ‘tulis’, dsb dan dalam wadah kedua ada ‘ke’. ‘kan’, ‘ter’, dll.

apakah penyimpanan suatu konsep/ kata, misalnya

proses persepsi ujaran sampai dengan penyimpanan (pandangan psikolinguistik)

proses persepsi ujaran sampai dengan penyimpanan berdasarkan diagram




-          Info / Ikonik
Proses pada tahap ini adalah transmisi bunyi dan visual, bunyi yang dikeluarkan oleh manusia ditransmisikan ke telinga pendengar melalui gelombang udara dan ikonik disini juga bisa hal yang berkaitan dengan visual yang khusus nya dilakukan oleh indera penglihatan / mata misalnya pada saat membaca.
-          Saraf Sensoris, ada 3 tahap:
(-) Tahap 1 (tahap auditori):
Pada tahap ini manusia menerima ujaran sepotong demi sepotong dan ditanggapi dari segi akustiknya. Konsep seperti titik artikulasi, cara artikulasi, fitur distingtif, dan VOT sangat bermanfaat karena inilah yang memisahkan satu bunyi dari bunyi yang lain. Bunyi-bunyi dalam ujaran itu tersimpan dalam memori auditori.
(-) Tahap 2 (tahap fonetik)
Bunyi-bunyi di identifikasi pada tahap ini, apakah bunyi tersebut termasuk [+konsonantal], [+Vois], [+nasal] dst dan juga apakah bunyi tersebut diikuti oleh konsonan atau vokal (tinggi, rendah, depan

Tentang Psikolinguistik


1.       Psikololinguistik membahasa kegiatan mental dan fisik:
a.       Kegiatan psikolinguistik yang bersifat konkrit / dapat di amati.
Kegiatan konkrit adalah kegiatan fisik yang dapat diamati misalnya pada perkembangan organ bicara dari mulai manusia mengeluarkan bunyi (karena organ bicaranya belum sempurna) sampai manusia bisa memproduksi bunyi / ujaran dengan baik dan berterima karena organ bicaranya telah sempurna.
Contoh yang berhubungan dengan kematangan organ bicara (articulatory organ)
-          Anak umur 1 tahun belum bisa mengucapkan bunyi ‘r’, bunyi ini akan terucap ‘l’
-           Anak yang giginya belum tumbuh banyak akan kesulitan mengucapkan bunyi ‘ef’ sehingga akan terucap ‘ep’ tetapi tetap dipahami sebagai ‘ef’

b.      Kegiatan psikolinguistik yang bersifat abstrak/ tidak dapat diamati.
Kegiatan mental / abstrak tidak bisa diamati karena berhubungan dengan:
-           proses informasi dari manusia mendengar dan merespon bunyi yang (terjadi didalam otaknya) sampai munculnya ujaran.
-           ‘bank kata’ pada tiap-tiap individuyang banyaknya tidak bisa dihitung, karena akan bertambah atau berkurang menurut prioritas memorinya. 

2.       Mempersingkat penelitian longitudinal

PERSEPSI UJARAN


PERSEPSI UJARAN


  1. PENGANTAR

Ketika kita mendengar orang lain bicara, kita merasakan hal itu dengan wajar saja. Bahkan mungkin kita bisa mendengarkannya sambil mengerjakan pekerjaan lain. Kita tidak menyadari kalau ujaran yang diwujudkan dalam bentuk bunyi itu merupakan hal yang kompleks. Hal ini akan terasa ketika kita mendegar orang dalam bahasa asing, kita akan mendengarkan penutur dengan perhatian yang tinggi, bahkan mungkin kita menerjemahkan ucapannya perkata, baru kita dapat memahami kalimat yang disampaikan.
Masalah yang dihadapi oleh pendengar adalah bahwa pendengar harus meramu setiap bunyi yang dikeluarkan penutur sehingga menjadi kata yang memiliki makna dan sesuai dengan konteks ketika kata itu diucapkan. Mungkin, bagi penutur asli hal ini tidaklah menjadi masala

METODE PENELITIAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK


METODE PENELITIAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK
1.      Pendahuluan
Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang anak-anak ketika dia memperoleh bahasa pertamanyaatau bahasa ibunya. Ada 2 proses yang terjadi ketika kanak-kanak sedang memperoleh bahasa pertamanya, yakni proses kompetensi dan proses performansi. Proses kompetensi adalah proses yang terdiri atas 2 hal, yakni proses pemahaman (kemampuan mengamati & mendengar) dan proses menghasilkan kata-kata. Sedangkan proses performansi adalah kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat baru dalam linguistic transformasi generative.
Beberapa hipotesis Pemerolehan Bahasa yang kita kenal selama ini :
  1. Hipotesis Nurani: hipotesis ini menyatakan bahwa manusia lahir dengan dilengkapi suatu alat yang memungkinkan dapat berbahasa dengan mudah dan cepat. Karena sukar dibuktikan secara empiris, maka hadirlah suatu hipotesis yang disebut hipotesis nurani (pembawaan sejak lahir).

DEFINISI DAN CAKUPAN PSIKOLINGUISTIK SERTA TINJAUAN BAHASA MANUSIA VS. BAHASA BINATANG


1.      PENGANTAR
Pada dasarnya orang tidak pernah membayangkan bahwa mereka telah melakukan suatu aktivitas yang rumit yakni berbahasa. Itu disebabkan bahasa yang mereka gunakan mengalir begitu saja. Padahal, jika kita telusuri lebih mendalam, proses tersebut tidaklah semudah itu. Pada saat lahir bayi mulai mendekut, meraban, dan kemudian dapat mengujarkan satu kata hingga ke tahap dua kata sehingga pada akhirnya terujar sebuah ujaran yang kompleks. Ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau penyelidikan tentang bahasa itu dikenal dengan istilah linguistik.
Bahasa sendiri memiliki sebuah tata bahasa yang diinternalisasikan dibenak pengguna bahasa itu sendiri. Tata bahasa itu mengacu pada keseluruhan pengetahuan bahasa seseorang. Menurut Harras,(2009) Tata bahasa tidak hanya menyangkut masalah tata kalimat, tetapi juga fonologi dan semantik. Struktur- struktur bahasa tersebut pada hakikatnya akan dikaji dalam lingkup ilmu yang disebut psikolinguistik yang mencoba menerangkan bagaimana struktur bahasa dan bagaimana struktur ini diperoleh dan digunakan pada waktu bertutur dan memahami kalimat‑kalimat (ujaran‑ujaran).
Jadi yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah apa yang dimaksud dengan Psikolinguistik?

Tahapan Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak


Tahapan Pemerolehan Bahasa Pertama
Pada Anak

1.      Teori Behaviorisme
2.      Teori Nativisme + Behaviorisme vs Nativisme
3.      Tahapan pemerolehan fonem, kata dan kalimat

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pemerolehan bahasa ada dua istilah penting yang perlu diketahui terlebih dahulu terkait dengan bagaimana anak belajar bahasa ibu (Su’udi: 2011), yaitu:
1.      Pemerolehan (tidak disengaja + informal)
Pemerolehan digunakan untuk menyatakan cara belajar anak yang dilakukanya terhadap bahasa ibunya. Ia belajar dengan tidak disengaja dan pada situasi informal

Cara menghindari jurnal predator

Bisnis publikasi jurnal di Indonesia semakin menjanjikan dan menggiurkan bagi para pengelola jurnal. Pasalnya, banyak oknum yang lebih memen...