Showing posts with label Linguistics (morphology). Show all posts
Showing posts with label Linguistics (morphology). Show all posts

frasa nomina yang menduduki relasi gramatika untuk masing-masing kasus


1.      Sistem kasus berbeda-beda untuk masing-masing bahasa. Termasuk dalam kasus adalah nominatif, ergatif, instrumen, akusatif, datif, benefaktif, resipien, pergresif, purposive, posesif, lokatif, alatif, ablatif, dan kausal (Blake 1991: 50). Berikan contoh dalam bahasa Indonesia yang didalamnya terdapat frasa nomina yang menduduki relasi gramatika untuk masing-masing kasus, apabila terdapat pemarkah yang menandai kasus tersebut, tunjukkan pemarkahnya dan jelaskan!
a.       Nominatif
kasus yang menandai nomina atau sejenisnya sebagai subjek atau biasa disebut kasus penamaan
Contoh: Mereka pergi ke pasar
Dalam kasus tersebut, ‘Mereka’ adalah nomina yang menduduki fungsi sebagai subyek          
b.      Ergatif
Bentuk kasus dr subjek atau pelaku dr verba transitifnya yg subjek dr verba intransitifnya mempunyai bentuk kasus yg sama dng objek atau penderita dr verba transitif

Cara mengatasi masalah morfologi


Morfologi:
Cara mengatasi masalah morfologi

Ketika seorang ahli bahasa datang di kontak dengan bahasa baru, salah satu tugas utamanya adalah untuk menemukan unit bermakna, morfem mantan, dari yang bahasa. Sama seperti dengan fonem menemukan dan alofon, penting bahwa linguis memiliki prosedur untuk menemukan unit-unit minimal, karena imposibble untuk mengisolasi morfem oleh intuisi.
Sebagai contoh, kata Klasik grafik [Yunani:] berarti 'saya menulis', tapi linguis tidak memiliki cara untuk mengetahui apa suara atau urutan suara sesuai dengan apa bahasa Inggris yang berarti jika dia menganggap kata dalam isolasi. Hanya dengan cara membandingkan grafik [:] dengan bentuk lain, misalnya, [graphe:] 'yang menulis' bahwa ia mampu menentukan apa yang morfem dari kata Yunani.
Pembanding, adalah cara terbaik untuk memulai analisis morfologi. Tapi tentu saja Anda tidak akan ingin membandingkan sembarang bentuk. Bandingkan kata Yunani seperti [phε: mi] 'berbicara' dengan grafik [:] tidak akan memberikan kami informasi banyak karena bentuk sangat mirip dan tampaknya

TATARAN LINGUISTIK : MORFOLOGI


TATARAN LINGUISTIK : MORFOLOGI

4.1. Morfem
Tata bahasa tradisional tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebabmorfem bukan merupakan satuan dalam sintaksis, dan tidak semua morfem mempunyai makna secara filosofis. Konsep morfem baru diperkenalkan oleh kaum strukturalis pada awal abad kedua puluh ini.
4.1.1. Identifikasi Morfem
Untuk menentukan sebuah satuan bentuk adalah morfem atau bukan, kita harus membandingkan bentuk tersebut di dalam kehadirannya dengan bentuk-bentuk lain. Kalau bentuk tersebut ternyata bisa hadir secara berulang-ulang dengan bentuk lain, maka bentuk tersebut adalah sebuah morfem
Jadi, kesamaan arti dan kesamaan bentuk merupakan ciri atau identitas sebuah morfem.
4.1.2. Morf dan Atomorf
Sudah disebutkan bahwa morfem adalah bentuk yang sama, yang terdapat berulang-ulang dalam satuan bentuk yang lain. Bentuk-bentu krealisasi yang berlainan dari morfem yang sama itu disebut alomorf. Dengan perkataan lain alomorf adalah perwu­judan konkret (di dalam pertuturan) dari sebuah morfem. Jadi, setiap morfem tentu mempunyai alomorf, entah satu, entah dua, atau juga enam buah Selain itu bisa iuga dikatakan morf dan alomorf

Morpheme by Kirsten Mills


Morfem
by Kirsten Mills 
Student, University of North Carolina at Pembroke, 1998
Introduction Pengenalan
Morphemes are what make up words.  Often, morphemes are thought of as words but that is not always true.  Some single morphemes are words while other words have two or more morphemes within them.  Morphemes are also thought of as syllables but this is incorrect. Morfem adalah apa yang membuat kata-kata. Sering kali, morfem dianggap sebagai kata-kata tapi itu tidak selalu benar.. Tunggal Beberapa morfem adalah kata-kata lainnya sedangkan kata memiliki dua atau lebih morfem morfem dalam diri mereka juga dianggap sebagai suku kata tetapi ini tidak benar. Many words have two or more syllables but only one morpheme. Banana , apple, papaya, and nanny are just a few examples.  On the other hand, many words have two morphemes and only one syllable; examples include cats, runs, and barked. Banyak kata-kata yang memiliki dua atau lebih suku kata tetapi hanya satu morfem,. Banana apel, pepaya, dan pengasuh hanya beberapa contoh. Di sisi lain, banyak kata memiliki dua morfem dan hanya satu suku kata; contoh termasuk kucing, berjalan, dan menggonggong.

HOW TO SOLVE MORPHOLOGY PROBLEMS


HOW TO SOLVE MORPHOLOGY PROBLEMS

When a linguist comes in contact with a new language, one of his major tasks is to discover the meaningful units, or morphemes, out of which the language. Just as with discovering phonemes and allophones, it is important that the linguist have procedure for discovering these minimal units, since it is impossible to isolate morphemes by intuition.
For example, the Classical Greek word [grapho:] means ‘I write’, but the linguist has no way of knowing what sound or sequence of sounds corresponds to what English meaning if he considers the word in isolation. It is only by comparing [grapho: ] with another form, for instance, [graphe: ] ‘the writes’ that he is able to determine what the morphemes of these Greek word are.
Comparisson, the is the best way to begin morphological analysis. But of course you will not want to compare just any forms. Comparing a Greek word like [phε:mi ] ‘to speak’ with [grapho:] will not provide us with much information since the forms are so similar and seem to have no single

Cara menghindari jurnal predator

Bisnis publikasi jurnal di Indonesia semakin menjanjikan dan menggiurkan bagi para pengelola jurnal. Pasalnya, banyak oknum yang lebih memen...